Slider FB-Like

Chat Box

Map
Saturday, April 2, 2011

postheadericon SUASANA AKADEMIK


                      
10.1 Sarana yang Tersedia untuk Memelihara Interaksi Dosen Mahasiswa
            Sehubungan dengan hal ini, J-PBSID ditunjang oleh sejumlah sarana yang memadai dan perlu senantiasa dikembangkan. Yang dimaksud dengan interaksi dosen dengan mahasiswa adalah terbinanya hubungan di anatar dosen dan mahasiswa, baik dalam PBM (Proses Belajar Mengajar), di kelas atau di lapangan, maupun dalam kegiatan ekstrakulikuler. Hal ini difasilitasi dengan sarana penunjang kegiatan berupa sarana untuk terjadinya kesepakatan atau kontrak belajar. Setiap dosen wajib membuat satuan acara perkuliahan (SAP), hand out. Di dalamnya dideskripsikan dengan jelas, tujuan atau arah perkuliahan, lingkup materi, evaluasi dan sistemnya, metode pembelajaran, serta umpan bail yang diharapkan datang dari mahasiswa. Dengan sarana seperti ini, di antara dosen dan mahasiswa terjadi kesepahaman. Tidak boleh terjadi kesewenang-wenangan karena dosen berlaku sepihak. Hal itu adalah cara untuk mencapai suasana akademik yang nyaman dan menyehatkan. Bahan ajar juga sangat penting untuk memungkinkankan terjadinya hubungan yang kondusif di antara dosen dan mahasiswa. Setiap dosen menyusun buku ajar atau modul. Hal ini difasilitasi oleh adanya dana yang diperoleh oleh J-PBSID dalam Program SP4 tahun 2005.
10.2 Kuantitas Kegiatan Akademik Dosen Mahasiswa
            Yang dimaksud dengan kuantitas kegiatan akademik dosen mahasiswa adalah jumlah tatap muka yang dilangsungkan. Setiap dosen menarget dalam satu semester, harus tercapai pertemuan atau tatap muka di kelas, yaitu sebanyak 16 kali. Mahasiswa dan dosen wajib mematuhi hal ini. Jika terjadi keperluan lain, baik di kalangan dosen dan mahasiswa, diusahakan mencari waktu pengganti, sehingga target tercapai. Jika mahasiswa tidak mencapai jumlah pertemuan minimal 75 % atau 12 kali tatap muka, maka mahasiswa bersangkutan tidak boleh mengikuti tes akhir semester. Demikian pula halnya dengan dosen. Jika jumlah target minimal untuk tatap muka tidak dicapai (12 kali) maka dosen tersebut tidak boleh menyelenggarakan tes akhir semester. Memang banyak sekali terjadi kehilangan waktu tatap muka, yang secara kuantitas mengurangi terget maksimal yang diharapkan sejalan dengan ketentuan dalam kalender akademik, maka setiap dosen harus mematuhi wajib mencari waktu pengganti. Waktu penggati dimaksudkan untuk memenuhi jumlah kuntitas tatap muka yang diwajibkan. Hal ini juga harus ada dalam kesepakatan bersama, di antara dosen dan mahasiswa.
10.3 Kualitas Kegiatan Akademik Dosen Mahasiswa
            Secara prinsip, kualitas perkuliahan di J-PBSID berlangsung sangat memadai, sejalan dengan tuntutan kuantitas dan kualitas yang digariskan dalam kurikulum. Pencapaian kualitas tertentu sebagai cerminan bagaimana prosesnya, ditunjukkan oleh angka kelulusan dan nilai yang dicapai oleh setiap mahasiswa untuk mata kuliah tertentu. Pada umumnya setiap dosen menyelenggarakan perkuliahan sejalan dengan kurikulum yang berlaku, yang diterjemahkan ke dalam satauan acara perkuliahan, ditunjang oleh sumber belajar yang sangat memadai. Di samping hal itu, yang tidak boleh dilupakan adalah perkembangan di masyarakat. Hal ini adalah kendala dan setiap dosen menyadarinya. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, setiap tahun dosen wajib menyelenggarakan penelitian, khususnya penelitian tindakan kelas, yang berguna untuk mengrikit atau mengkaji apa yang telah dikerjakan dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi selama ini. Penelitian juga sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan dosen dan itu memberi imbas kepada mahasiswa. Pada umumnya dosen telah mengembangkan pencapaian kualitas yang baik dalam setiap PBM mereka. Memang hal ini tetap harus ditingkatkan karena masih ada sejumlah kecil dosen yang sangat sulit meleluskan mahasiswa. Dosen tersebut sangat menakutkan dan di sini masih harus dikaji, siapa yang salah? Apakah kebodohan mahasiswa? Apakah dosen tersebut salah dalam menerapkan metode pembelajaran?
10.4 Rancangan Menyeluruh untuk Mengembangkan Suasana
            Peranan jurusan untuk meningkatkan iklim akademik terlihat dari semakin meningkatnya karya tulis ilmiah dosen yang berhasil menembus jurnal-jurnal ilmiah, baik yang telah terakreditasi maupun yang baru ber-ISSN. Di samping hal itu, hal ini ditunjukkan oleh jumlah proposal yang ditulis oleh dosen dan diajukan ke lembaga-lembaga dana, dalam hal ini pada khususnya DIKTI. Pada umunnya masih terasa dengan jelas sekali, bahwa dominasi kegiatan akademik mahasiswa hanya belajar di kelas yang dipandu oleh dosen-dosen. Hal ini tentu saja kurang memadai. Kurang mengembangkan potensi diri mahasiswa secara mandiri. Untuk mengatasinya, setiap tahun, mahasiswa diarahkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lomba penelitian atau lomba penulisan karya ilmiah, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Kelemahan mahasiswa adalah masih sempitnya konsep diri mereka soal belajar. Sebagaian besar mahasiswa di J-PBSID berpendapat bahwa belajar hanyalah di kelas. Hal ini kurang relevan dan tidak tepat. Hal ini diperhatikan oleh para dosen dan staf jurusan. Mereka membimbing kegiatan belajar mandiri yang penuh inisiatif di kalangan mahasiswa. Walaupun demikian, hal ini belum mencapai hasil yang memuaskan. Minat meneliti, misalnya, sangat kecil. Demikian pula halnya minat mereka dalam menulis karya ilmiah, juga sangat kecil. Tahun-tahun mendatang, hal ini akan dikembangkan. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengembangkan kualitas diri mahasiswa sehingga mereka tidak menjadi lulusan yang serba minim.
10.5 Hubungan Dosen Mahasiswa
            Hubungan dosen dan mahasiswa dapat dilihat dalam beberapa jenis, yaitu dalam perkuliahan, dalam pelayanan bimbingan, dalam kehidupan informal, baik di kampus maupun di luar kampus. Yang dominan terjadi adalah hubungan mahasiswa di dalam PBM dan pemberian layanan atau pembimbingan (magang, PPL, penulisan skripsi, dan lain-lain). Hubungan mahasiswa dan dosen dalam kelas atau dalam situasi yang formal, memang sangat bergantung kepada pribadi dosen dan mahasiswa. Pada umumnya di antara staf dosen masih menganut pola hubungan tradisional. Dosen harus dihormati. Hal ini juga diterima oleh mahasiswa. Mahasiswa menjadi bagian dari hubungan seperti itu. Hal ini sangat bergantung kepada budaya timur. Guru adalah orang tua yang harus dihormati. Di dalam kondisi seperti inilah, tidak salah muncul pola-pola hubungan dosen dan mahasiswa secara sangat kaku. Mahasiswa takut kepada dosennya. Hubungan mereka kurang cair. Hal ini sangat terasa. Ke depan mungkin perlu mendengar pendapat mahasiswa, bagaimanakah seharusnya hubungan dosen-mahasiswa mesti dibina. Hubungan yang bagaimana? Sampai saat ini belum pernah dilakukan pengkajian semacam ini.
10.6 Kegiatan Seminar Kampus
            Kegiatan seminar di kampus dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu yang dilakukan oleh mahasiswa dan yang dilakukan bersama dosen. Pada tingkat mahasiswa, kegiatan seminar rutin dilaksanakan pada bulan April dan Oktober. Setiap tahun dosen juga menyelenggarakan seminar, yang pemakalahnya didatangkan dari luar. Seminar-seminar tersebut berkaitan dengan disiplin yang dikembangkan di J-PBSID, seperti seminar kebahasaan dan seminar kesastraan, baik yang murni maupun kependidikan. Seminar tersebut dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada dosen dan mahasiswa. Seminar juga dimaksudkan untuk memberi ajang saling membagi diri dalam hal keilmuan. Seminar mahasiswa biasanya dilakukan sepenuhnya oleh mahasiswa, lewat HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Pemakalah adalah para mahasiswa yang dinilai mampu dan berani. Sepenuhnya pengorganisasian kegiatan ini ditangani oleh panitia yang dibentuk oleh mahasiswa. Ajang ini adalah pemebelajaran mengorganisasi kegiatan ilmiah dan berinteraksi secara ilmiah. Dalam kegiatan seminar kemahasiswaan, dosen hanya sebagai pendamping dan bisa juga melibatkan diri sebagai peserta. Di luar jenis-jenis seminar tersebut, masih ada sewminar wajib yang dilakukan oleh setiap mahasiswa. Mereka yang akan meneliti, terlebih dahulu harus menyeminarkan proposal penelitiannya. Seminar ini diikuti oleh rekan-rekan mahasiswa dan dipantau oleh dosen pembimbing. Kehadiran dosen di sini adalah selaku pengarah dan pembimbing. Di samping selaku pelaksana seminar kampus, mahasiswa juga sering mengikuti undangan sebagai peserta seminar kampus, baik di dalam lingkungan IKIP Negeri Singaraja maupun di luar IKIP Negeri Singaraja. Sayang sekali kegiatan di luar kampus, tidak bisa diikuti oleh lebih banyak mahasiswa karena dana yang tersedia sangat terbatas. Dosen juga demikian. Mereka juga mengikuti berbagai kegiatan seminar di luar kampus dengan dana yang disediakan oleh fakultas. Setiap tahuan ada dua jatah kegiatan mengikuti seminar. Di samping hal itu, di tingkat staf, masih ada kegiatan seminar yang didanai oleh fakultas, dalam rangka meningkatkan aktivitas kegiatan ilmiah di lingkungan fakultas ini.
10.7 Keikutsertaan Mahasiswa dalam Kegiatan Ilmiah
            ilmiah yang diikuti oleh mahasiswa berkaitan dengan keterlibatan mereka sebagai Kegiatan peserta dalam berbagai kegiatan ilmiah, terutamanya yang ada di dalam kampus. Di samping seminar mahasiswa juga ada yang berminat mengikuti lomba penulisan ilmiah. Jumlah mereka sangat sedikit. Hal ini sangat melemahkan mahasiswa di J-PBSID. Tahun-tahun mendatang, kegitan ilmiah mandiri, di luar perkuliahan akan mendapat perhatian yang serius dan dikembangkan. Dengan dmeikian, kegiatan ilmiah menjadi salah satu pokok kegiatan yang ada di kampus. Sampai saat ini, secara tradisional, kegiatan ilmiah hanya identik dengan perkuliahan terstruktur yang dipandu dosen-dosen di kelas. Padahal, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mahasiswa sadar dan terdorong untuk mengikuti kegiatan ilmiah mandiri dan bila perlu melakukan kegiatan ilmiah atas insisiatifnya sendiri. Dengan demikian, akan terjadi kesinambungan dan sinergi di antara kegiatan ilmiah terpandu dan kegiatan ilmiah mandiri.

0 comments: